Kebutuhan Bekerja dari dalam Rumah (Setelah Wabah Corona)

Saat ini berbisnis atau bekerja dari dalam rumah menjadi suatu himbauan yg didengungkan oleh semua pihak, termasuk oleh Pemerintah. Bukan hanya himbauan, tapi sepertinya menjadi suatu kebutuhan mendesak…!

Ya, sejak wabah Virus Corona “Covid-19” booming awal Maret 2020 di Indonesia, semua instansi seolah menyerukan kerja dari rumah. Padahal wabah virus ini sudah menyebar di dunia sejak awal Januari 2020. 

Apa yg Saya tangkap dari berita seolah “berpihak” pada istilah Bisnis dari rumah, Kerja dari rumah. Bahkan Pak Presiden dalam Pidatonya menyerukan masyarakat Bekerja dari rumah, Belajar dari rumah. He..he….jangan ge-er yah bagi Pebisnis dari Rumah…Mungkin hanya kebetulan saja.

Tapi terlepas dari himbauan kerja dari rumah itu adalah kebetulan atau tidak, dari sisi Bisnis sudah saatnya diajarkan kepada generasi muda dari sekarang utk Berbisnis dari Rumah. Mereka akan menghadapi hidup yg lebih digital dari sekarang, termasuk Bisnis. Semua serba online & menggunakan perangkat gadget.

Orang tua mungkin tidak terlalu merasa butuh jika usianya sudah lanjut. Tidak terlalu “Online Minded”. Tapi bagi generasi milenial atau pelaku bisnis jaman now, hal tsb sudah mendesak untuk segera dikuasai.  Saat darurat Corona ini saja sudah terasa pentingnya ilmu bekerja dari dalam rumah. Dan menghasilkan uang (produktivitas) dari dalam rumah.

Bahkan Pemerintah melalui Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) telah mengumumkan perpanjangan Status Masa Darurat Bencana Corona sampai 29 Mei 2020. Padahal lebaran Idul Fitri diperkirakan tgl 24-25 Mei 2020.

Apakah ini artinya sekolah-sekolah akan libur selama itu? Termasuk Bisnis terkait yg terkena imbasnya seperti Pariwisata, Travel, Hotel, Restoran, Cafe, dll?

Entahlah, kita belum tahu. Tunggu saja perkembangan infonya dari Pemerintah….!

perpanjangan masa darurat wabah corona
Kepala BNPB telah mengumumkan perpanjangan masa Darurat Bencana Corona sampai 29 Mei 2020. Berita lengkapnya bisa Sobat baca di Situs Detik>>>

Baca juga berita lengkap beserta ulasannya tentang Bencana Covid-19 di Situs Liputan6.com>>

Covid-19 = Corona Virus Disease-tahun 2019.

 

Ada yg memperkirakan, jika dalam beberapa minggu ke depan (jika keadaan memburuk) semua bisnis dilakukan dari dalam rumah dg teknologi digital, maka akan banyak bisnis yg shut down (tutup). Shut downnya bisa jadi cuma sementara, atau bisa juga selamanya. Tergantung pada kekuatan kapital, penguasaan teknologi digital, cadangan keuangan, kekuatan SDM-nya, dll.

Kalo sudah begitu, maka ini namanya menyangkut hajat hidup orang banyak. Menyangkut masalah perut. Menyangkut masalah penghasilan bagi semua Pelaku Bisnis.

Jadi semakin penting kan membahas Bisnis dari dalam Rumah???

Makanya judul Artikel ini ditambah kata “Kebutuhan” di depannya. Jadi berbunyi : Kebutuhan Bekerja dari dalam Rumah.

 

A. Liburan Darurat Bencana yg Membawa Hikmah

Dalam setiap kejadian selalu ada hikmahnya.

Dan ini sudah diajarkan Allah dalam Al-Quran.

Setiap musibah yg menimpa kita adalah karena kesalahan diri kita sendiri :

“Dan segala musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian. Dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan kalian)” (QS. Asy-Syuuraa: 30).

Dan setiap kebaikan atau rezeki yg datang itu adalah dari kekuasaan Allah Swt.

 

Mari kita belajar mencari Hikmah dari kejadian Darurat Bencana Corona Virus ini :

*1. Berkumpul Bersama Keluarga untuk Jangka Waktu lebih Lama dari Biasanya.

Biasanya kita berkumpul bersama keluarga “lengkap” hanya pada hari Raya atau pada Liburan panjang saja.

Namun pada kondisi Darurat Bencana Corona ini, semua sekolah diliburkan. Orang tua disarankan kerja dari rumah. Keluarga disarankan tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan mendesak. Awalnya orang pada bingung apakah saran tsb harus diterima atau tidak.

Namun setelah BNPB mengeluarkan info Darurat Bencana Corona diperpanjang hingga 29 Mei 2020, barulah kita sadar bahwa kondisinya sudah demikian genting.

Ketika awal Maret 2020 kita mendengar berita ada 2 orang di Depok yg positif tertular Virus Corona ini, warga sempat panik. Apalagi kecepatan duplikasinya sangat cepat. Sampai tanggal 18 Maret 2020 (jam 16.00 WIB) jumlah Penderita Positif Corona yg tertular sudah 227 orang. Yang meninggal sudah 19 orang. Yang sembuh baru 11 orang. Masya Allah…!

kasus meninggal karena corona
Sudah 19 orang yg meninggal karena Wabah Corona. Yang Positif terserang Corona sudah 227 orang. Padahal baru 2 minggu kejadiannya sejak awal Maret 2020. Bukankah ini kejadian Sangat LUAR BIASA yg harus diWASPADAI?

Artinya Pasien bertambah 225 orang hanya dalam tempo 2 minggu. Bukannya ini kondisinya bisa lebih besar lagi kalo kita tidak disiplin menjaga diri?? Belum lagi penderita yg masih berkeliaran di jalan karena mungkin belum terdeteksi.

Bahkan menurut pemahaman Dokter yg telah meneliti seluk-beluk Virus, bencana di Bulan Maret 2020 ini barulah awal.  Potensi menyebar masih lebih luas lagi kalau kita tidak displin membatasi diri. Karena perjalanan mutasi & evolusi Covid-19 ini masih sangat panjang.

Baca pendapat seorang Dokter Peneliti Virus>>

Oleh karena itu, ketika kita diperintahkan berkumpul di rumah bersama keluarga dengan meliburkan semua aktivitas di luar, maka ini kesempatan untuk Konsolidasi antara Ayah, Bunda, dan Anak-Anaknya.

jumlah kasus positif Corona
Grafik kasus Positif Corona yg meningkat dari hari ke hari. Dalam 1 hari ini saja (18 Maret) sudah ada peningkatan 55 orang baru yg positif kasus Corona. Waspada tingkat tinggi…!!!

*2. Kesempatan Beribadah & Berdoa dengan lebih Khusuk.

Pernahkan Anda merasa khusuk berdoa ketika dalam keadaan terdesak atau terjepit?

Misal : Ketika ada anggota keluarga kita yg sakit parah & sedang dirawat di rumah sakit.

Atau ketika kita sedang kondisi minus keuangan, tapi harus membayar sejumlah tagihan yg sudah lewat jatuh tempo?

Atau ketika kapal yg kita tumpangi sedang oleng bergoyang di atas Samudera luas karena ombak yg sangat besar?

Dalam kondisi terdesak tsb biasanya kita sangat merasa dekat dg Allah. Berdoa dengan khusuk agar musibah atau kesulitan kita segera diangkat. Apa saja doa yg diingat di kepala kita panjatkan. Berharap segera ada KEAJAIBAN yg datang.

Begitu pula ketika kita menganggap Bencana Corona “Covid-19” ini sebagai bencana nasional. Kita harus waspada meski saat ini belum merasa tertular & sehat-sehat saja. Karena banyak juga Pasien yg tertular Corona tidak menunjukkan gejala-gejala sakit sebelumnya.

Bahkan menurut info Dokter Ahli Paru dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta melalui sebuah Audio (dr. Fahmi Alattas), ada kasus orang yg masuk Rumah Sakit adalah orang yg tidak keluar rumah sebelumnya. Atau orang yg sehat-sehat saja. Namun dia tertular dari Saudaranya yg jalan-jalan ke luar negeri & pulang ke rumah membawa Virus Corona di tubuhnya.

Download Audio dr. Fahmi Alattas di Channel Telegram RWP Grup>>

Yang masuk Rumah Sakit adalah dia yg diam di rumah, sementara saudaranya yg jalan-jalan tadi menularkan Virus ke rumahnya tanpa disadari. Ini artinya, setiap orang punya potensi tertular atau menularkan Virus Corona ke orang lain. 

Maka kita disarankan lebih baik berdiam diri di rumah tanpa melakukan perjalanan jauh bagi anggota keluarga yg lain. Tunda semua kegiatan yg sifatnya berkumpul di kerumunan orang banyak.

Dan banyak-banyak berdoa agar Allah menghindari diri kita & keluarga dari ujian Penyakit yg sedang mewabah ini. Bagi Allah tidak ada yg tidak mungkin jika kita terus berdoa. Apa saja bisa dikabulkan Allah.

Asalkan berdoa dg khusuk, penuh harap & rasa takut, serta memperhatikan waktu-waktu mustajab untuk berdoa…!

*3. Ajari Anak-Anak untuk Belajar dari Rumah secara Mandiri (Home Schooling).

Jika di rumah tidak ada kegiatan positif & menarik untuk anak-anak, maka mereka akan cepat bosan. Apalagi liburnya cukup panjang & gak boleh pergi jalan-jalan keluar. Semuanya harus dikerjakan dari rumah.

Bisa jadi mereka akan berantam antara adik & kakak. Karena energinya tidak tersalurkan dg baik.

Ayah & Bunda perlu menyiasati supaya mereka tetap produktif di rumah.

Gimana caranya?

Bisa dengan mengerjakan tugas-tugas dari Guru.

Bisa juga dengan mengerjakan “tugas-tugas” hobi sang anak.

Bisa juga dengan mengajari anak ilmu dasar Digital Marketing.

 

Anak Saya yg setingkat TK, SD, & SMA selalu mendapat tugas-tugas dari Gurunya via WA. Tentunya menumpang nomor WA ibunya. Kalo yg TK, gurunya langsung japri ke WA pribadi. Namun kalo yg sudah SD & SMA tugasnya dikirim via Grup WA.

Saya pikir anak-anak Sobat Pembaca juga begitu ya.

Dengan adanya tugas-tugas dari Guru tsb, anak-anak punya kesibukan positif di rumah. Orang tua juga mendukung dg memberikan support, misal dokumentasi foto kerja untuk laporan ke Gurunya, memberikan bimbingan hafalan ayat jika kebetulan tugasnya adalah hafalan doa-doa, dsb.

Bagaimana dg tugas-tugas “Hobi” anak?

Nah ini lebih seru lagi bagi mereka.

Biasanya anak-anak kecil punya hobi menggambar atau mewarnai.

Di masa libur ini, beri kesempatan kepada mereka corat-coret gambar sebanyak-banyaknya di kertas. Buat aturan seru. Misal, setiap 1 gambar selesai, maka serahkan ke Ayah atau Bunda untuk dinilai. Beri nilai terbaik yg membuat mereka semangat. Tanyakan juga apa penjelasan makna gambar tsb.

Jika mereka melihat nilai 80 misalnya, tentu anak-anak akan tertawa ceria. Sambil tersenyum, ayah Bunda bisa memberi kode untuk menlanjutkan gambar yg lain.

Anak Saya yg SD punya hobi membuat hasta karya. Salah satunya kalender duduk yg dibuat dari kertas.

Kertasnya dibuat bolak-balik persis seperti kalender. Lalu setiap halaman dibuat angka-angka kalender dari 1 sampai 31. Dan bulannya dari Januari sampai Desember 2020. Persis meniru kalender duduk beneran yg ada di dekat meja kerja Saya.

Satu lagi, jika Ayah Bunda ada yg punya pengetahuan Digital Marketing, atau pernah praktek Digital Marketing, ada baiknya ditularkan ke anak-anak sekarang.

Ini kesempatan untuk menularkan ilmu Digital Marketing dasar kepada anak-anak. Mumpung mereka punya banyak waktu di rumah.

Apa yg diajarkan??

Gak perlu terlalu susah. Ajarkan saja ilmu dasar tentang Riset Pasar di Google misalnya. 

Atau ilmu cara menulis postingan Seo friendly di Blog.

Atau ilmu cara promosi di Facebook & IG.

Yang penting buat mereka paham & tertarik dulu.

Setelah paham, besok-besok bisa dilanjutkan materi lain yg berkesinambungan.

Gimana, banyak ide kan untuk anak-anak?

*4. Ayah Belajar, Bekerja, atau Berbisnis dari Rumah (Work from Home).

Apakah Anda seorang Ayah yg tidak terbiasa bekerja online karena selama ini hanya fokus di offline?

Ataukah Anda seorang pelaku Bisnis Online yg full time atau part time?

Apapun profesi Anda sebelumnya, kini saatnya Anda putar haluan untuk mengikuti kondisi terbaru yg serba online.

Sukarela atau terpaksa, mau atau tidak mau, Anda harus melakukan sesuatu yg bermanfaat via online. Jika tidak, keadaan di rumah akan membosankan. Anda tidak akan punya kegiatan produktif di rumah.

Mulai sekarang (sebelum terlambat), belajarlah bekerja atau berbisnis dari dalam rumah….!

*5. Ibu Bisa Mengurus Rumah Tangga lebih Kompak dg Keluarganya.

Apakah Anda Ibu Rumah Tangga yg sehari-harinya di rumah?

Ataukah Anda Ibu Rumah Tangga yg terpaksa tinggal di rumah karena kondisi “dirumahkan” akibat wabah Corona?

Apapun stutus Anda sebagai Ibu di rumah, kini saatnya lebih kompak di rumah bersama anak-anak & suami.

Misal, Ibu bisa memasak makanan kesukaan anak-anak & suami.

Dengan ibu memasak di rumah, keluarga bisa lebih teratur makannya, baik makan pagi, siang, dan malam hari.

Ibu juga bisa mengajak anak & suami bersih-bersih rumah bareng. Misal mencuci sarung bantal, mencuci piring, membersihkan kaca rumah, membersihkan motor, melap mobil, dll.

Ibu bisa membuat suasana rumah lebih hidup dg mengatur pembagian kerja bersama di rumah.

*6. Pertimbangkan Belajar Digital Marketing untuk SOLUSI Jangka Panjang “Work for Home”.

Dengan berkumpulnya Ayah, Bunda, dan anak-anak di rumah, ini merupakan kesempatan emas untuk belajar Digital Marketing lebih serius.

Jika sebelumnya Ayah Bunda pernah mendengar orang-orang sukses mendapatkan Penghasilan dari dalam rumah, kini saatnya belajar mengikuti jejak mereka.

Dengan berkumpulnya keluarga di rumah, tentu dukungan akan full dari semua anggota keluarga.

Apalagi kondisi libur panjang yg belum tahu kapan selesainya. 

Dari pada menghabiskan waktu menunggu kondisi membaik, ada baiknya Ayah Bunda isi dengan ilmu produktivitas yg bermanfaat dari rumah.

Bisnis Online dg Digital Marketing membutuhkan modal yg kecil. Yang paling besar dibutuhkan adalah usaha untuk mau belajar & fokus. Itu yg mahal (niat mau belajar & fokus).

Jika tepat menerapkan ilmu Digital Marketing, Anda akan tahu hal-hal berikut :

-Apa saja yg dibutuhkan orang saat krisis wabah Corona ini?

-Bagaimana cara promosi Produk/Jasa kita kepada orang yg membutuhkannya?

-Bagaimana cara followup supaya orang mau membeli Produk/Jasa yg kita tawarkan?

-Bagaimana caranya agar orang percaya transfer ke Rekening kita?

-Bagaimana menjaga hubungan baik dg Pelanggan?

-dll.

 

B. Bagaimana Cara Memulai Bisnis atau Bekerja dari Rumah?

Ini pertanyaan yg sangat sering diajukan oleh Para Pemula. Apalagi akhir-akhir ini banyak orang dirumahkan atau bekerja dari rumah.

Jika yg dimaksud bekerja adalah bagaimana menjalankan Bisnis dari rumah, maka Kami bisa menjelaskannya dalam tulisan ini.

Untuk mereka yg bukan Pemula atau Bisnisnya sudah running dari rumah, yg jadi persoalan sekarang adalah bagaimana cara memperbesar jumlah Pengunjung & Pembeli.

Namun untuk mereka yg baru mau memulai, maka hal yg pertama harus dilakukan ada 2 :

*1. Cari Tahu Produk atau Jasa apa yg laku di Pasaran?

*2. Cari Tahu di mana Mencari Supplier Produk atau Jasa tsb?

Baiklah Sobat. Mari kita bahas satu per satu.

*1. Cari Tahu Produk atau Jasa apa yg laku di Pasaran?

Anda bisa mencari tahu Produk yg banyak permintaan pasarnya dari 3 sumber :

-Dari Alat Riset di Google (Google Trend & Google Keyword Planner).

-Dari alat Riset di Facebook & Instagram (Audience Insight) – namun tidak sedetail Google datanya.

-Dari Produk yg laris di Market Place.

Dari semua sumber pasar di atas, yg paling lengkap adalah dari Google. Selain ada jumlah angkanya, juga ada kata kunci yg diketikkan orang. Ini menandakan NIAT orang yg ingin beli sesuatu.

Dengan mengetahui jumlah pasar di Google, kita bisa asumsikan bahwa di Facebook & Market Place hampir sama kebutuhannya.

Karena ada 2 milyar pencarian/hari di Google dari seluruh dunia.

Dengan Pengguna internet di Indonesia 171 juta orang lebih, pasti sebagian besar mereka menggunakan Google untuk mencari sesuatu (referensi). Dan dari angka tsb, ada sekitar 150 juta orang Indonesia yg punya akun Facebook + Instagram. Sebagian dari Pengguna internet di atas menggunakan Market Place sebagai media tempat belanja.

data pengguna internet indonesia
Pengguna internet di Indonesia sudah di atas 171 juta orang dari total jumlah penduduk 264,16 juta jiwa. Ini merupakan pasar yg besar jika kita memanfaatkan ilmu #BisnisdariRumah sebagai fokus kerja saat ini.

Baiklah untuk mempermudah Praktek, Kami tunjukkan cara Riset Kata Kunci di Google.

*1.1. Buka Website Google Trend : https://trends.google.co.id/trends/

google trend vitamin c
Tes Google Trend untuk pencarian kata kunci Vitamin C selama masa darurat Corona di Indonesia.

*1.2. Lalu ketikkan suatu kata kunci yg berhubungan dg produk fisik atau jasa.

Pikirkan produk yg sedang dicari orang mengikuti trend saat ini.

Misal, sekarang sedang wabah Corona, banyak orang berdiam diri di rumah dengan memperkuat daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit (virus).

Salah satu Suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah Vitamin C.

Setelah ketik kata Vitamin C, lalu tekan enter. Maka akan terlihat grafik seperti gambar berikut :

pencarian vitamin c meningkat
Hasil pencarian Vitamin C meningkat drastis Trendnya sejak tanggal 8 Maret 2020. Yaitu sejak 1 minggu pengumuman Kasus Corona pertama di Depok tgl 2 Maret 2020.

*1.3. Lalu jika kita scroll ke bawah, akan terlihat 5 Kota terbesar yg mencari Vitamin C (dari 31 Kota di Indonesia):

5 kota pencari Vitamin C
5 Kota tertinggi pencari Vitamin C saat Riset ini dilakukan adalah : Pontianak, Bogor, Depok, Banjarmasin, dan Kota Tangerang Selatan. Hasil ini bisa dimanfaatkan untuk target kota jualan produk Vitamin C.

*1.4. Lalu Google juga menyediakan 25 kata kunci turunan untuk referensi bagi Sobat yg ingin menjual Vitamin C:

kata kunci turunan vitamin c
Kata kunci turunan Vitamin C yg bisa Sobat jadikan referensi untuk mencari Produknya lebih detail ke Suplier (1).
kata kunci vitamin c dan turunan
Kata kunci turunan Vitamin C yg bisa Sobat jadikan referensi untuk mencari Produknya lebih detail ke Suplier (2). Bahkan kata kunci ini bisa diriset lebih detail lagi menggunakan alat Riset Google Keyword Planner (GKP).

 

Setelah kita punya gambaran kata kunci produk yg sedang banyak dicari orang saat ini dg Google Trend, kita juga bisa memperdalam kata kunci tsb menggunakan alat Riset Google Keyword Planner (GKP).

*1.5. Buka Alat Riset GKP menggunakan link ads.google.com>>

menu login google ads
Klik menu Login di sebelah kanan atas. Gunakan Akun Gmail yg sudah ada untuk bisa login.

Karena alat tsb adalah alat untuk pasang iklan Google, maka Anda akan diarahkan pasang iklan jika login menggunakan akun gmail.

Saran Kami, abaikan saja perintah pasang iklan tsb dg skip di bagian paling bawah (yg ada tulisan kecil). Skip beberapa kali sampai diminta setting Akun menggunakan Bahasa Indonesia & Mata Uang Rupiah. Setelah itu baru Save.

(Proses alur di atas hanya terlihat pada Akun Gmail yg baru pertama kali dipakai untuk akses Alat Google Ads ini. Untuk Akun lama seperti Kami, maka alur login di atas tidak terlihat. Langsung dibawa ke Akun Google Ads seperti poin *1.6. di bawah).

*1.6. Nanti Anda bisa pilih logo kunci inggris di kanan atas (Setting). Lalu pilih menu Perencanaan, klik sub menu Perencana Kata Kunci (keyword Planner) :

login-google-ads

alat keyword planner
Klik sub menu Perencana Kata Kunci (Keyword Planner) untuk mulai melakukan riset kata kunci di Google.

*1.7. Muncul jendela Riset Kata Kunci baru seperti ini :

riset kata kunci baru
Klik kotak sebelah kiri “Dapatkan Kata Kunci baru”.

*1.8. Lalu Sobat isi Kata Kunci di bawah dg Produk atau Jasa yg sudah Diriset pada alat Google Trend di atas. Misal kata kunci Vitamin C dan turunannya :

keyword vitamin c
Ketikkan beberapa kata kunci yg dipisahkan dg tanda koma, lalu tekan spasi (mi 2, maks 10 keyword). Gunakan kata kunci hasil Riset pada alat Google Trend sebelumnya. Lalu tekan tombol DAPATKAN HASIL.

*1.9. Hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah :

hasil riset vitamin c
Masya Allah! Hasil dari riset latihan Vitamin C di atas menunjukkan jumlah pencarinya sangat banyak. Dari 5 kata kunci yg Saya ketik terkait Vitamin C, Google memberikan jawaban 126 kata kunci terkait. Jumlah pencarinya pun berlimpah, sampai 100 ribu per bulan.
hasil riset vitamin c (2)
Kata kunci turunan yg diberikan Google juga sangat bagus. Merujuk pada hasil ketikan orang yg lebih SPESIFIK tentang Vitamin C. Kata kunci ini bisa bernilai potensial Buyer bagi Sobat yg ingin menjual segala sesuatu terkait Vitamin C, misal: minuman, dosis Vitamin C, dll.

 

*1.20. Untuk hasil lebih lengkap, Anda bisa mendownload hasil riset di atas dalam bentuk File Excel. Klik di sebelah kanan atas yg ada tulisan DOWNLOAD IDE KATA KUNCI. Hasil tabel Excel terlihat seperti contoh di bawah: 

hasil riset vitamin c
Hasil download file Excel menunjukkan menu & angka yg masih asli. Belum dirapikan.
hasil riset vitamin c
File Excel yg sudah dirapikan. Sangat mudah terlihat bahwa ada beberapa kata kunci Potensial Buyer terkait Vitamin C (sesuai tanda panah). Jumlah pencarinya Ribuan orang per bulan. Jika Saya scroll ke bawah, maka jumlah kata kuncinya ada 126 baris. Sementara kolom yg sebelah kanan menunjukkan biaya iklan jika Anda mau mendatangkan Pengunjung dg cara Google Ads. Namun jika tidak mau pasang iklan, gunakan ilmu SEO Google.

Tunggu kelanjutan ilmunya ya.

Selamat belajar & bekerja dari dalam rumah.

Semoga Kita bisa melewati cobaan penyakit yg sedang melanda Indonesia ini dg penuh HIKMAH…!

 

Sukses untuk Kita yg mau mengambil HIKMAH dari setiap KEJADIAN.

Davit Putra, RWP.

 

Note :

Karena Kelas Offline RWP ditutup sementara, maka Kelas ONLINE dibuka selebar-lebarnya.

Sekarang Ada 2 Jenis Kelas Online utk mendukung Work From Home( WFH) :

1. Non Live selamanya di Aplikasi Telegram.
2. Live 2 hari atau 4 hari dg Aplikasi ZOOM MEETING.

Untuk itu RWP Grup memberikan DISKON 50% bagi Pembaca yg belum ikut salah satu Kelas Online berikut :

1. Non Live selamanya di Aplikasi Telegram.

*A. Diskon 50% Kelas Website + SEO Google : dari Rp. 750.000,- jadi Rp. 375.000,-. Sudah dapat Domain+Hosting 1 tahun. Plus 20 Ebook Panduan & Grup Belajar Online.

*B. Diskon 50% Kelas Blogger + SEO Google : dari Rp. 75.000,- jadi Rp. 37.500,-. Sudah dapat 9 Ebook Panduan & Grup Belajar Online.

*C. Diskon 50% Kelas Facebook Ads + IG Ads : dari Rp. 750.000,- jadi Rp. 375.000,-. Sudah dapat 10 Ebook Panduan & Grup Belajar Online.

 

2. KELAS LIVE 2 HARI ATAU 4 HARI di APLIKASI ZOOM MEETING :

Cocok bagi Sobat yg ingin dipandu LIVE di depan Pengajar & Asisten Pengajar.

Persis seperti Kelas Tatap Muka di Kelas. Wajah Pengajar & Peserta bisa saling terlihat.

4 Kelas LIVE yg dibuka :

A. Kelas Website + SEO Google.
B. Kelas Facebook Ads + IG Ads.
C. Kelas Google Ads + IG Ads.
D. Kelas Bedah Website + SEO Mendalam.

=============
Jika Sobat ingin konsultasi/bertanya, silahkan hubungi Kami :

wa.me/6285213361474
wa.me/6281311321865

 

× Bisa Kami Bantu? Chat Aja