Ke mana Larinya Para Pembeli?

Hari ini, 25 Juni 2016 ada berita Headline menarik di Koran Radar Bogor dg Judul :
“Ke mana Lari Si Pembeli?”

“Dibayangi Ancaman Toko Maya”.

pembeli offline turun
Berita Headline menarik di Radar Bogor tentang SEPInya Pengunjung/Pembeli di Mall-Mall Bogor.

———

Berita Menarik buat Pebisnis Online.

Ini adalah berita yg sangat menarik bagi Saya karena berhubungan dg Profesi Pebisnis Online.

Menurut berita tsb, mencari parkir di Mall Botani-Bogor sekarang sangat leluasa. Biasanya sulit dapat parkir di depan pintu masuk Mall, kini banyak yg kosong dan mudah parkirnya (biasanya Saya & istri juga kebagian tempat parkir di lantai basement kalo ke Mall terbesar di Kota Bogor ini).

Untuk urusan kerumunan pengunjung, Koran Radar Bogor menyebutnya dengan istilah “tawaf”. Biasanya banyak kerumunan pengunjung ibarat orang yg sedang bertawaf di Mall, saat ini tidak terlihat seperti itu. Bukan hanya di Mall Botani, Mall besar lainnya juga terkena imbasnya seperti Mall BTM & Cibinong City Mall.

Bagaimana dg Sobat Pembaca semua? Apakah sudah merasakan juga dampak sepinya Mall di Kotanya atau pusat perbelanjaan bergaya Mall di kota masing-masing?

Bagi yg tidak menekuni Bisnis Online, mungkin hal ini tidak perlu dipikirkan. Namun bagi Pebisnis Online, justru ini harus jadi motivasi karena merupakan Peluang untuk membesarkan Toko Online atau Bisnis Onlinenya masing-masing. Cepat atau lambat, gaya belanja orang Indonesia akan berubah drastis bakal serba ONLINE ORIENTED…!

Perubahan tersebut sangat cepat dan didukung oleh Iklan Televisi yg menyodorkan kemudahan-kemudahan belanja via online. Hp Android atau Smartphone sudah ada di tangan hampir semua pengguna, maka pasar akan berkiblat pada kemudahan yg ada di genggaman tsb.

Jika beberapa waktu lalu GOJEK dilarang pemerintah beroperasi karena menuruti permintaan operator offline, justru Gojek & kendaraan berbasis aplikasi online semakin gencar berkembang di berbagai kota. Di Bogor saja sudah ada Perusahaan Ojek Online lokal dg nama Pro-Jek, selain Gojek & Grabbike yg sudah berkembang lebih dulu di Bogor.

Jadi, jika Pedagang atau pemerintah tidak mau menyesuaikan diri dg Perubahan yg ada, maka siap-siap akan terlindas zaman. ADAPTASI dg PERUBAHAN merupakan kunci sukses untuk bisa maju di dunia DIGITAL yg sudah tak terbendung canggihnya saat ini…!

——————

Adaptasi dg Perubahan, kunci Kesuksesan Bisnis Online.

Siapa yg mengabaikan atau melawan PERUBAHAN, maka siap-siap dia akan ‘tergulung’ perubahan tsb. Bagi pemilik usaha, siap-siap akan berkurang pembelinya atau bahkan bisa gulung tikar.

Untuk Pemilik Toko Offline yg menjual barang-barang yg mudah dicari via online, maka harus menggabungkan Toko Online & Toko Offlinenya sebagai strategi utk terus bertahan di tengah persaingan online.

Bagi Pemilik Toko Offline yg merasa kesulitan menyatukannya dg Bisnis Online, ada baiknya memakai jalan tengah dg alternatif berikut :

~Ownernya belajar sendiri dg mengikuti berbagai informasi online atau kelas tatap muka.
~Mengutus orang kepercayaan/saudara/istri/suami untuk belajar Bisnis Online pada tempat yg dipercaya.
~Bayar orang lain untuk mengerjakan Bisnis Online yg dibutuhkan Owner dalam rangka mengembangkan bisnisnya secara online & offline.

Jika sudah banyak barang yg bisa dicari lewat online & pemainnya juga banyak, maka strategi yg ampuh adalah bermain pada PELAYANAN & KUALITAS, bukan hanya bersaing dg strategi harga murah. Untuk level konsumen loyal, pertimbangan orang membeli adalah dari segi pelayanan & kualitas. Ini bagus untuk Pebisnis Online karena konsumen inilah yg akan terus repeat order ke kita.

Namun untuk konsumen Pemula atau musiman, yg mereka cari adalah HARGA MURAH, tanpa berpikir panjang akan kualitas dan keamanan barang. Konsumen ini kurang bagus buat Pebisnis Online, karena konsumen level ini akan mudah “pindah ke lain hati” jika sudah melihat toko online lain yg harganya lebih murah. Jadi bagi Sobat pelaku Toko Online, jangan terlalu dipusingkan dg persaingan harga murah, FOKUSLAH pada pelayanan & kualitas yg prima. Insya Allah yang akan balik lagi adalah Pembeli Loyal atau Pembeli yg repeat order.

Pelayanan yg buruk & kualitas barang yg rendah akan menyebabkan Konsumen kecewa, lalu mereka tidak akan pernah balik lagi ke Toko Online Sobat. Efek jangka panjangnya adalah Sobat akan ditinggalkan pembeli yg memburu harga murah tsb, dan lama-kelamaan Toko Online Sobat akan sepi pembeli.

————————-

Kami tengah merintis Bisnis Busana Muslim di situs ShakilaHijab (SH) dg target jangka panjang adalah KEPUASAN PELAYANAN & KUALITAS BARANG. Seratus Agen lebih tengah menjalani masa pembinaan sampai  minimal 1 tahun ke depan. Jika cara ini berhasil, maka ShakilaHijab.com akan diburu Para Produsen utk bekerjasama menitipkan barangnya dg ujung tombak pemasaran adalah RATUSAN AGEN SH dari seluruh Indonesia…!

————————-

Semoga sekelumit uraian di atas bisa memberikan pencerahan bagi Sobat yg sedang menghadapi ketatnya persaingan offline, atau yg sedang merugi di bisnis offlinenya, atau bagi Sobat yg mau merintis Bisnis Online dg mengutamakan kualitas barang & pelayanan.

Sukses untuk kita yg mau Berusaha di Bisnis Online….!

 

Pencarian dari Google :

Blog RWPGrup

Davit Putra, S.Si. Bercita-cita mewujudkan 1 Juta Lapangan Kerja dg jaringan Bisnis Online RWP Grup. Hobby : Jogging, Membaca, Menulis, Mengajar, dan Bisnis Online Sosial. Silahkan Cek Blog Pribadi>>www.DavitPutra.net

45 thoughts on “Ke mana Larinya Para Pembeli?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *