Melalui Ekspor, Indonesia Menghidupi Dunia

http://nudiralearningcenter.com/?post_type=blog&p=441&preview=true

Ekspor Sektor Pertanian

Kinerja ekspor sektor pertanian menunjukan hal yang positif. Hal itu tercermin dari kenaikan nilai ekspor sektor pertanian. Nilai ekspor di sektor pertanian mencapai Rp 440 triliun di tahun 2017. Raihan tersebut, kata dia, telah meningkat 24%. Total pertanian ekspornya 24% dan nilainya Rp 440 triliun.

Ekspor Sektor Peternakan

Selain itu, peternakan menyumbang angka Rp 14 triliun. Kini Pemerintah tengah menggenjot ekspor sektor pertanian. Salah satunya ialah melalui pembangunan lumbung pangan di kawasan perbatasan, beberapa wilayah itu antara lain Lingga perbatasan Singapura dan Indonesia, Entikong perbatasan Malaysia dan Indonesia, Belu dan Malaka perbatasan Timor Leste dan Indonesia, serta Merauke perbatasan Papua Nugini dan Indonesia.

Meningkatkan ekonomi

Harapannya, dengan membangun dari pinggiran bagaimana meningkatkan perekonomian di perbatasan dan sekaligus untuk tujuan ekspor. Sedangkan komoditas yang dipacu pun beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah serta kebutuhan di negara tetangga, seperti halnya bawang, ayam, pelihara sapi, beras organik, dll.

Pentingnya ekspor

Ekspor memiliki peran penting dalam kegiatan perekonomian suatu negara yakni terwujudnya kemandirian ekonomi. Ekspor akan menghasilkan devisa, membentuk nilai tambah dan selanjutnya menggerakkan sektor strategis ekonomi dalam negeri.

Merujuk pendekatan ekonomi Keynesian, bahwa ekspor sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Karena itu, peningkatan nilai ekspor yang dicapai di atas, tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan prasyarat bagi berlangsungnya pembangunan ekonomi atau dengan kata lain terbentuk negara yang sejahtera.

Faktanya, selama kurun waktu 2015 hingga 2016, kesejahteraan petani meningkat. Karenanya, kemiskinan dan kesenjangan menurun. Data BPS menyebutkan, angka kemiskinan di pedesaan tahun 2016 turun 1,53 persen dan Gini Rasio di desa tahun 2016 pun turun 2,10 persen. Selanjutnya, di tahun 2016 Nilai Tukar Petani yang mengukur kesejahteraan sebesar 101,59 atau naik 0,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai Tukar Usaha Pertanian pun naik, di tahun 2016 mencapai 107,45 atau naik 2,31 persen dibanding tahun 2015.

Oleh karena itu, melalui peningkatan ekspor pangan telah menciptakan kemakmuran, kesejahteraan dan negara Indonesia yang berdaulat. Pangan impor dan kemiskinan sudah makin berkurang. Baiknya, di mata negara-negara lain, Indonesia kini menjadi negara yang kuat.

Namun untuk benar-benar mewujudkan ini, pemerintah harus serius guna percepatan pengoptimalan potensi pertanian di wilayah perbatasan, membangunkan lahan tidur dan lahan rawa. Karena itu, pemerintah pusat, daerah, BUMN dan swasta harus bersinergi agar pemanfaatan lahan untuk pangan dapat diwujudkan. Pemerintah dan swasta pun harus mendorong akan tumbuhnya inovator muda di bidang pertanian, sehingga generasi muda berebut untuk menjadi petani sukses. Dengan demikian, pertanian Indonesia akan semakin maju, ekspor semakin tinggi, masyarakat sejahtera, dan Indonesia bisa menghidupi dunia.

Informasi :

Yuk kita coba.. untuk memulai bisnis ekspor, kami Nudira Learning Center berusaha membantu Anda untuk memahami bagaimana seluk beluk ekspor, kami juga akan berbagi tips untuk Anda agar mudah menjalankan bisnis ekpor Anda. Pelatihan Memulai Bisnis Ekspor / cara berbisnis ekspor  dan Export Coaching Program dapat Anda cek di website kami untuk jadwal dan tempatnya.

Yuk kita mulai bisnis ekspor!

Ayo berbagi informasi dengan sesama via :
Nudira Learning Center

Syahrul21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *